pantai pandawa

Pantai Pandawa Bali, Pantai Tersembunyi Di Balik Tebing Dan Filosofi Pandawa Lima

July 27, 2016 | Bali

Pantai Pandawa di Bali merupakan satu pantai baru yang sedang menjadi primadona dan buah bibir orang saat berbicara mengenai tempat wisata di daerah Bali. Jika sobat membandingkan dengan pantai -pantai lain di bali semisal pantai Kutha dan Sanur, atau tanah lot, tentu nama pantai Pandawa masih terdengar asing. Namanya juga pantai baru, wajar jika sobat mungkin baru-baru ini saja mendengar nama pantai pandawa. Kali ini, wisatalicious.com akan membahas mengenai pantai Pandawa di Bali ini, beserta dengan sejarah, pesona tebingnya, dan juga sebutan sebagai secret beach.

Letak Dan lokasi Pantai Pandawa Bali

Pantai Pandawa atau kalau orang bule nyebutnya Pandawa beach ini terletak di Desa Kutuh, Kabupaten Badung. Jarak tempuh pantai pandawa jika dari airport Ngurah Rai adalah 18 km. Kurang lebih satu jam tergantung kemacetan di perjalanan. Saat sobat keluar dari jalan utama sobat masih sejauh kurang lebih 1,5 km sebelum akhirnya sampai di bibir pantai.

Satu hal yang menarik mengenai letak dari lokasi pantai pandawa ini adalah pantai ini berada di balik tebing. Inilah salah satu alasan mengapa pantai ini di sebut dengan secret beach, atau pantai tersembunyi. Dari julukannya saja sobat tentu sudah tergoda untuk segera mengepak koper dan bertamasya ke pantai Pendawa di Bali ini. Banyak orang memang menilai pantai pandawa di bali ini sebagai sebuah surga yang tersembunyi.

Sepanjang perjalanan menyusuri tebing, saat sudah mendekati pantai, sobat akan bisa menemukan patung panca pandawa, atau pandawa lima, yaitu lima ksatria pandawa yang merupakan tokoh utama dari kisah Mahabarata yang terkenal itu. Dan saat sobat akhirnya sampai di pantainya, sobat akan menemukan ketenangan dan kesejukan pantai bali yang masih alami. Tiket masuk pantai pandawa hanya Rp 5.000,- saja per orang, dan ditambah Rp 5.000 lagi untuk kendaraan beroda empat.

Filosofi Patung Pandawa Lima Di Tebing Pantai Pandawa Bali

Bukan tanpa alasan tebing di sepanjang jalan menuju pantai pandawa ini dibuatkan patung para tokoh pewayangan pandawa lima. Sobat ingat siapa saja tokoh dari wayang pandawa lima? Yang suka nonton wayang, atau sinetron dari India pastinya tahu.

Ya, sesuai dengan tokoh pandawa lima, pada tebing di sepanjang jalan menuju pantai ini dibuat patung-patung Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa secara berurutan. Keberadaan patung-patung ini diabil dari salah satu penggalan kisah mahabarata saat kelima pendawa ini dikurung dalam Goa gala-gala. Kelima pandawa berhasil selamat setelah mereka membuat sebuah terowongan yang berujung ke sebuah hutan belantara. Di hutan ini, kemudian keluarga pandawa mendirikan kerajaan Amertha.

Cerita itulah ini yang menjadi inspirasi oleh masyarakat sekitar pantai pandawa. Mereka melambangkan filosofi dari keberadaan pantai pandawa yang dulunya tersembunyi di balik tebing, hingga akhirnya dibuatkan jalan sehingga kini pantai pandawa ini bisa memberi manfaat dan seolah menjadi kerajaan baru bagi masyarakat sekitar.

Sejarah Pantai Pandawa Bali

Seperi sudah wisatalicious sebut di atas, nama pantai pandawa megandung makna tersendiri terkait sejarah pantai ini. Sebelum menjadi buah bibir seperti saat ini, pantai pandawa merupakan pantai yang indah dan alami, namun tersembunyi. Julukan secret beach sangat sesuai untuk pantai ini kala itu. Wisatawan yang datang ke pantai ini biasanya hanya tahu mengenai pantai ini dari mulut ke mulut. Ditambah, akses masuk ke pantai ini terbilang sulit.

Nama asli dari pantai pendawa ini adalah pantai melasti. Dahulunya di pantai pandawa ini sering diadakan upacara Melasti, yang merupakan bagian dari upacara hari raya Nyepi bagi umat Hindu. Pada upacara ini, umat Hindu akan bersembahyang di tepi pantai dengan tujuan untuk mensucikan diri dari segala perbuatan buruk di masa lalu.

Memang, salah satu hal yang menarik setiap berkunjung ke pantai di Bali adalah sobat bisa melihat langsung betapa kuatnya budaya Hindu dan bagaimana mereka menjaga tradisi tersebut dengan baik. Lewat kekuatan budaya inilah akhirnya Bali menjadi tujuan wisata dunia seperti saat ini. Berbicara tentang pantai indah di Bali dengan nilai budaya yang juga masih kental terasa sobat harus datang ke Uluwatu. di sana ada pantai dengan pura di atas tebing.

Kembali ke sejarah pantai pantai pandawa, pada sekitar tahun 2010, wisatawan terutama asing, semakin penasaran dengan secret beach ini, karena di samping tempatnya yang masih alami, dan pasir putihnya yang halus, ombak pantai ini juga cocok untuk berselancar atau surfing.

Akhirnya Pada tahun 2012 tepatnya tanggal 27 Desember diadakanlah Pandawa Beach Festival yang Pertama di Pantai Melasti atau Secreet Beach saat itu juga pantai ini resmi berganti nama dengan Nama PANTAI PANDAWA, yang melambangkan sebuah filosofi seperti pandawa yang sudah disebut di atas. Pemerintah juga membuatkan jalan yang baik agar orang bisa dengan mudah dating ke pantai ini. Benar-benar sesuai dengan filosofi pandawa yang harus membuat terowongan untuk membuat kerajaan baru.

Berwisata Ke Pantai Pandawa

Banyak hal yang bisa sobat lakukan saat berwisata ke pantai pandawa ini. Pertama tentu saja pengalaman menarik saat menyusuri tebing sepanjang alan menuju pantai. Kemudian berhenti dan berfoto dengan patung pandawa lima.

Saat tiba di pantai, sobat akan bisa bersantai dan menikmati lembutnya pasir putih,langit biru dan angina yang sejuk. Sobat bisa menyewa kursi untuk berjemur berserta payung dengan harga Rp 50.000 saja tanpa batas waktu penggunaan. Setelah sejenak bersantai sobat bisa menikmati beragam aktifitas air di pantai ini.

Pantai ini ombaknya cukup tenang sehingga cocok untuk berenang. Di pantai ini juga tersedia jasa sewa kano. Untuk penyewaan 1 kano sobat akan dikenakan biaya Rp 50.000/jam sudah termasuk jaket pelampung. Satu kano bisa dinaiki 2 orang.

Di sisi pantai pendawa bagian timur merupakan favorit bagi para peselancar, jika sobat ingin mencoba olah raga ini, sobat bisa ke lokasi pantai pendawa bagian ini.

Kenangan Tak Terluapakan Di Pantai pendawa Bali

Ada banyak hal, kegiatan, dan kenangan yang ditawarkan bagi siapa saja yang dating dan berwisata ke pantai ini. Siapkan jadwal liburan sobat di Bali. Atau mungkin sobat lebih suka liburan ke Jogjakarta? Di jogja sibat bisa berwisata ke candi Prambanan. Apapun tempat pilihan liburan sobat, semoga informasi mengenai keindahan pantai Pandawa bali di atas bermanfaat

 

Curug Cilember , Cisarua, Bogor : Membutuhkan Perjuangan Untuk Menikmati Keindahannya

By

Anton Ardyanto

15596

8

Curug Cilember Cisarua Bogor, 2016

Wana Wisata Curug Cilember, itulah nama lengkapnya. Meskipun demikian, salah satu tempat wisata yang bisa dikata merupakan favorit di Bogor ini lebih sering disebut sebagai Curug Cilember saja.

Namanya demikain, karena curug atau air terjun merupakjan selling point atau inti dari loaksi turisme ini. Sedangkan nama Cilember diambil dari nama desa dimana tempat tujuan wisata ini berada, yaitu Desa Cilember.

Merupakan salah satu destinasi wisata favorit karena ditunjang dengan lokasi keberadaannya, yaitu di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

Tentunya, nama Cisarua bukanlah sebuah nama asing bagi warga Jakarta yang hendak bepergian ke Puncak. Belum lagi ikon wisata, yaitu Taman Safari Indonesia juga berada di wilayah yang sama.

Itulah salah satu alasan mengapa Curug Cilember menjadi salah satu tujuan wisata alam atau air yang cukup favorit. Bukan hanya bagi warga Bogor tetapi juga bagi warga Jakarta, dan juga turis asing.

Keindahan Curug Cilember

WOW!

Big WOW.

Memang ini bukan kali pertama saya berkunjung ke Curug Cilember. Pertama kali mendatangi air terjun ini kurang lebih 29 tahun yang lalu. Saat itu dengan hutan pinus alaminya dan curug-nya, tempat ini sangat memukau.

Sempat ada kekhawatiran sebelum berangkat bahwa situasi dan kondisi disana sudah berubah jauh, menjadi terlalu komersil seperti yang terjadi pada Curug Luhur (Simak : Curug Luhur , Dulunya Sebuah Keindahan Alam). Keindahan alam yang menjadi titik utamanya dirusak hanya demi mengejar rupiah.

Ternyata kekhawatiran tersebut sirna begitu menginjakkan kaki ke tempat ini.

Tentu saja penampakan dan penampilannya sudah berubah. Sisi komersil pun sudah nampak disini. Tetapi, Wana Wisata Curug Cilember ternyata tetap mengedepankan wisata alam dengan memelihara titik utama tempat ini.

Air terjun, atau dalam bahasa Sundanya, Curug masih tetap dipelihara. Begitupun hutan pinus dan keindahan alaminya masih terlihat tidak berbeda. Hanya beberapa pengaturan terlihat agar juga bisa memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat sekitar tidak dilupakan.

Hutan, sungai berair jernih dan juga kerindangan tetap ada disana. Tidak ada waterboom modern, siapapun yang kesana haruslah mereka yang bertujuan menikmati keindahan suasana pegunungan alami.

Apa Yang Bisa Dinikmati Di Curug Cilember?

Normal. Pasti semua orang akan bertanya hal yang sama kalau hendak berkunjung ke sebuah tempat wisata. Kalaupun Anda mempunyai pertanyaan itu di benak adalah sesuatu yang sangat logis. Justru menjadi tidak disarankan kalau Anda tidak bertanya dan tahu tentang hal itu.

Coba kita lihat sejenak apa yang ditawarkan oleh detsinasi turis Wana Wisata Curug Cilember ini.

7 Air Terjun

Pada lokasi Wana Wisata Curug Cilember terdapat 7 buah curug atau air terjun yang menjadi andalan penarik wisatawan. Kesemuanya terpisah masing-masing antara 150-450 meter satu sama lain.

Aliran air yang mengalir pada ke setiap curug ini berasal dari sati sumber aliran sungai hanya kemudian terpecah dalam 7 buah aliran. Masing-masing terletak pada ketinggian yang berbeda-beda dan juga memiliki tinggi curahan air yang tidak sama. Yang paling tinggi air terjunnya terdapat pada Curug 7.

Curug 7 juga merupakan yang paling dekat dengan gerbang masuk Curug Cilember dan menjadi tempat yang paling ramai dikunjungi. Kemudian Curug no 1 adalah yang paling atas lokasinya.

Semakin ke atas maka semakin sulit karena meskipun kadang hanya terpisah 150-450 meter saja, jalur yang harus dilalui mendaki. Jalurnya memang sudah dibuatkan jalan setapak, kecuali yang mengarah ke Curug no 1 oleh karena itu air terjun paling atas ini merupakan yang paling jarang didatangi.

Yang manapun yang dipilih, akan tetap tersaji keindahan di depan mata.

Bukan hanya menikamti keindahan pemandangan air terjunnya, wisatawan juga bisa merasakan dinginnya air di Curug Cilember. Seperti biasa di bawah air terjun akan terbentuk kiolam kecil, penuh dengan air yang dingin.

Pengunjung bisa bermain air dan berbasah-basahan di kolam kecil ini.

Bumi perkemahan

Sejak dahulu Curug Cilember dikenal sebagai sebuah tempat yang menjadi tujuan kegiatan yang berkaitan dengan cinta pada alam. Kondisi lingkungannya sangat mendukung hal itu. Pramuka dan pecinta alam sering menggunakan lokasi ini sebagai tempat hiking, trekking, kemping/camping dan sejenisnya.

Hingga saat ini lokasi wisata ini pun tetap dipergunakan untuk tujuan tersebut. Di dalam Wana Wisata Curug Cilember terdapat beberapa lokasi perkemahan.

Wisatawan dapat bermalam dan merasakan bagaimana hidup di alam bebas dengan melakukan kemping disitu. Hanya, di masa sekarang lebih mudah dilakukan karena para pengunjung tidak perlu membawa peralatan berkemahnya sendiri (berat lho). Mereka bisa menyewanya pada tempat penyewaan.

Kalaupun tidak terbiasa hidup dalam tenda, pengunjung pun bisa menyewa pondok yang ada di dalam lokasi. Bentuk pondok-pondok tersebut mirip rumah dengan bangunan yang menyatu dengan alam sekitar.

Sewanya tergantung pada ukurannya dan fasilitas yang ada di dalam pondok. Tidak terlalu mahal untuk ukuran tempat wisata.

Taman Konservasi Kupu-Kupu

Para pengunjung selain menikmati keindahan alam, flora juga bisa melihat keindahan dalam bentuk lainnya, yaitu fauna.

Terdapat sebuah Taman Konservasi Kupu-Kupu. Taman berbentuk green house atau rumah kaca ini memiliki puluhan jenis hewan dengan sayap warna-warni tersebut. Bukan dalam bentuk yang sudah diawetkan seperti pada Museum Zoologi Bogor tetapi dalam bentuk hidup.

Mereka bisa ditemukan beterbangan di dalam ruangan berukuran sekitar 200 meter persegi berbentuk 1/2 bola tersebut.

Pemandangannya cukup menakjubkan melihat serangga tersebut beterbangan.

Tentu saja Anda tetap bisa menemukan kupu-kupu di luar ruang. Alam di Curug Cilember sangat memungkinkan kupu-kupu untuk hidup subur dan berkembang biak. Banyak sekali bunga bermekaran dalam lingkungan alami yang asri.

Abadikan Cinta Anda

I LOVE YOU. I LOVE YOU FOREVER.

Dua kalimat cinta tersebut bertebaran di Curug Cilember. Sungguh.

Bukan hanya kata-kata cinta saja yang diucapkan seseorang pada pacar atau kekasihnya. Hal tersebut tidak bisa terlihat kalau hanya berupa ucapan.

Kalimat-kalimat ini memang secara harfiah bisa ditemukan terutama di area yang menuju ke arah Curug Tujuh atau Jembatan Cinta.

Banyak sekali taman kecil terbuat dari bunga warna warni bertuliskan kedua kalimat tersebut di sepanjang area. Taman-taman ini bak sebuah studio mini yang dipergunakan mereka yang sedang memadu kasih untuk membuat kenangan.

Tinggal pilih yang berbentuk hati atau kupu-kupu. Hampir semua taman kecil tersebut menggunakan kedua kalimat cinta tersebut. Meskipun demikian terdapat huruf-huruf dari bahasa Arab yang diduga berarti sama (saya tidak paham bahasa Arab).

Sang pembuat taman cinta mini ini menyusun kata-kata tersebut dari berbagai macam bunga. Penampakannya manis sekali.

Tentu Anda harus mengeluarkan sesuatu dari dompet untuk menyewanya. Peralatan memotret juga berasal dari Anda sendiri. Tapi, bukan sebuah masalah bukan kalau kenangan manis bersama yang Anda cintai bisa direkam dalam sebuah studio alam kecil nan manis bak permen itu.

Hutan Pinus

Meskipun Air Terjun adalah tujuan utama kebanyakan wisatawan, tetapi ada satu hal yang masih saya sukai sejak dahulu dan sekarang.

Hutan Pinusnya. Curug Cilember sejak dahulu memang merupakan hutan pinus. Menjelajah atau berada dalam hutan pinusnya sendiri memberikan suasana tersendiri yang menyenangkan.

Hening. Rimbun tetapi tidak gelap karena cahaya matahari masih bisa menembus pepohonannya.

Apalagi, saya menyukai fotografi. Pemandangan yang terbentuk sangat memukau mata dan membuat telunjuk rajin menekan tombol shutter release.

Mitos Di Curug Cilember

Hampir tidak ada tempat di Bogor yang tidak dikaitkan dengan mitos tertentu. Begitu pula dengan Curug Cilember.

Ada 3 mitos yang beredar terutama di Curug 7.

  • Kolam di bawah Curug 7 disebut merupakan tempat dimana para putri dari Kerajaan Pajajaran mandi. Oleh karena itu dipercayai bahwa mandi disana akan membuat awet muda
  • Mandi di Curug Cilember dipercayai dapat membuat enteng jodoh atau menyembuhkan penyakit
  • Mandi pada waktu tertentu seperti malam Jumat Kliwon, atau bulan Muharram dan Maulid disebutkan dapat membuat awet muda dan menambah kekuatan.

Benar atau tidaknya mungkin akan tergantung Anda. Tetapi tentu Anda sudah tahu arti kata Mitos kan sebelum memutuskan? Mengapa disebut mitos?

Saya rasa para wisatawan yang datang dan mandi/main air disana bukan karena mitos-mitos tersebut tetapi lebih karena kesegaran airnya.

Fasilitas Di Curug Cilember

Dari beberapa lokasi curug yang ada di Bogor yang sudah saya kunjungi selama ini (silakan terka sendiri jumlahnya mengingat saya sudah 38 tahun di Bogor), Wana Wisata Curug Cilember merupakan salah satu yang paling rapih dan teratur dan memiliki fasilitas mencukupi bagi pengunjung.

Tersedia

  • Musholla yang layak
  • Toilet yang cukup. Bahkan terdapat toilet di curug teratas.
  • Kios makanan untuk pengunjung mengisi perut dan melepas lelah
  • Bangku-bangku taman untuk melepas lelah
  • Tong sampah organik dan an-organik
  • Jalan setapak yang layak dan memudahkan pengunjuung (kecuali ke beberapa curug dimana masih tergantung pada jalan setapak tanah)
  • Lapan parkir motor dan mobil
  • Papan informasi dan papan penunjuk jalan yang memudahkan

Kesemuanya membuat nyaman selama berada disana.

Perjuangan Di Curug Cilember

Tidak ada gading yang tidak retak. Dimanapun akan ada kekurangan. Begitu pula dengan tempat indah ini.

Bukan karena penataan dan pengaturan di tempat wisatanya. Hal itu lebih karena perjuangan untuk menuju ke lokasi Curug Cilember sendiri.

Perjuangan.

Memang itu kata yang tepat. Dari pusat Kota Bogor, Istana Bogor jarak yang harus ditempuh kurang lebih 22-24 kilometer.

Tidak terlalu jauh sebenarnya. Hanya, lokasi ini berada di sebuah jalur wisata tersibuk di Bogor, Puncak. Perjuangan menuju kesini harus dimulai dengan menghadapi kemacetan di jalur ini. Sudah umum antrian kendaraan berkilometer panjangnya akan ditemukan. Paling tidak dibutuhkan waktu 1 1/2 jam hanya untuk mencapai mulut jalan ke lokasi.

Perjuangan masih ditambah dengan jalur masuk ke lokasi yang sempit. Meski mobil dan bus bisa melewatinya, para pengendara harus melapangkan hati kalau tidak mau kesal. Jalannya kecil dan berliku. Kalau ada 2 mobil dari arah yang berlawanan, salah satu harus mengalah untuk memberikan jalan.

Pengendara motor pun harus berhati-hti mengingat banyaknya tikungan dan banyak pula penduduk setempat yang memacu motornya bahkan di tikungan.

Sesampainya di lokasi Curug Cilember, untuk menuju ke curug 1-7 bukan tanpa perjuangan. Meskipun jarak tidak seberapa jauh 150-450 meter saja, jalurnya mendaki. Dibutuhkan kaki dan nafas yang kuat untuk menempuhnya.

Yang termudah adalah Curug 7.

Jarang sekali seseorang bisa mengunjungi ke 7 curug sekaligus. Apalagi dalam satu hari.

Perjalanannya memang lumayan berat meskipun hasil yang didapat akan membayar semua itu. Tidak ada hasil tanpa perjuangan bukan begitu, kawan?

Tarif Masuk Wana Wisata Curug Cilember

Tidak mahal. Hanya Rp. 15.000.-/orang saja untuk menikmati segala keindahan di Curug Cilember. Masih lebih murah dari harga sepotong Cheeseburger di MKcDonald.

Ongkos parkir motor termasuk penitipan helm hanya Rp. 10.000.- saja. Sayangnya lupa menanyakan biaya untuk parkir mobil.

Cara Menuju Ke Wana Wisata Curug Cilember

Dengan Kendaraan Pribadi

Baik dengan mobil atau sepeda motor, maka mau tidak mau hanya ada satu jalur, yaitu mengarah ke Puncak. Bisa ditempuh melalui Tol Jagorawi bagi kendaraan roda empat. Bisa juga melalui jalur Tajur dan Ciawi dengan kendaraan roda dua.

Ujungnya akan bertemu di simpang Gadog dan kemudia mengarah ke Puncak.

Sessampainya di wilayah Mega Mendung, perhatikan di sisi kiri ada tulisan UNILEVER LEARNING CENTER berarti tidak jauh dari situ akan ada belokan ke arah kiri memasuki Desa Cilember.

Lokasi curug kurang lebih 4 kilometer dari ujung jalan

Dengan Angkutan Umum

Dari Stasiun Bogor :

Pergunakan angkot no 02 Merah dari depan Stasiun Bogor menuju ke Sukasari. Berhentilah di Pasar Gembrong atau Jalan Sukasari.

Naiklah angkot jurusan Cisarua yang biasa mangkal di pasar tersebut. Lalu tinggal duduk manis sampai ke mulut jalan ke arah Curug Cilember.

Sayangnya setelah itu Anda harus naik ojeg / sepeda motor karena tidak ada angkutan lain menuju ke lokasi.

Dari Terminal Baranangsiang :

Di seberang terminal biasanya akan ada angkutan L-300 menunggu penumpang. Ada dua jurusan Sukabumi dan Cianjur. Naiklah yang ke arah Cianjur. Kemudian turun setelah Unilever Learning Center.

Setelah itu lanjutkan dengan ojeg ke lokasi.

Bisa juga menggunakan angkot 01 Merah dan turun di Ciawi. Baru lanjutkan dengan angkot menuju Cisarua. Selebihnya sama.

Sayangnya, memang tidak ada rute yang mudah. Karena itulah saya sebut perjuangan.

Penutup :

Wana Wisata Curug Cilember, paling tidak menurut saya, merupakan sebuah lokasi yang sangat cocok bila Anda seorang pecinta alam, penggemar hiking, trekking. Sangat tidak cocok bila Anda gemar berbelanja.

Memang ada kios untuk membeli cendera mata tetapi jelas tidak akan membuat penggemar belanja melirik.

Juga bila Anda penggemar fotografi, seperti saya, tempat ini akan memberikan lebih banyak daripada Rp. 15,000.- yang kita bayarkan. Lebih dari ongkos parkir yang harus dikeluarkan dan juga lebih dari semua yang kita berikan untuk mencapai lokasi ini.

Perjuangan Anda akan terbayar melihat tempat ini.

Tanpa berniat promosi, silakan buktikan sendiri bila apa yang saya tulis di artikel ini tidak benar adanya. Foto-foto ini merupakan sebagian dari ratusan yang saya dapatkan selama berada disana, yang hanya sekitar 3 jam saja

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s